Comparison Between Feeding Bloodworms And Artificial Feed On The Rate Of Growth Of Nirwana Fish (Oreochromis Niloticus) In Tanjungsari, West Java
Abstract
The growth of Nirwana tilapia (Oreochromis niloticus) is strongly influenced by feed and environmental conditions in aquaculture systems. In Indonesia, tilapia productivity is often constrained by feed efficiency and fluctuating water quality. Natural feed such as bloodworms (Chironomus sp.) contains high protein levels that support length growth, while pellets provide complete nutrients for weight gain. This study aimed to evaluate the effects of bloodworms, pellets, and their combination on the growth performance of Nirwana tilapia fingerlings, as well as on water quality (temperature, pH, dissolved oxygen, and ammonia). A Completely Randomized Design (CRD) was applied with three treatments: A (15% bloodworms), B (5% pellets), and C (a combination of 7.5% bloodworms + 2.5% pellets), each with four replications. The fingerlings measured 3–4 cm and were approximately two months old, reared over a period of 50 days. The results showed that all treatments led to increases in weight and length; however, based on analysis of variance (ANOVA), there were no significant differences (p > 0.05) in all growth parameters: weight gain (2.20–2.22 g), length gain (1.32–1.48 cm), specific growth rate (2.41–2.66%/day), daily weight gain (2.73–2.85%/day), and daily length growth (0.0196–0.0210 cm/day). Descriptively, treatment B yielded the highest weight, while treatment A had the highest daily length growth. Water quality remained within optimal ranges (25.5°C temperature, pH 8.2–8.3, DO 4.5–4.7 mg/L, ammonia 0.00–0.01 mg/L). Bloodworms were more effective in stimulating length growth, whereas the feed combination was more efficient in increasing body weight. This study contributes to the development of alternative feed formulations and provides practical recommendations to enhance aquaculture productivity efficiently, sustainably, and in an environmentally friendly manner.
References
Arnis, A. (2016). Performa pertumbuhan ikan nila merah (Oreochromis niloticus) pada sistem bioflok dengan padat tebar berbeda. Jurnal Pendidikan Sains Biologi, 5(1), 1–7.
Goi, A D & Nasrul, M. (2024). Pengaruh kualitas air pada pertumbuhan dan kesehatan ikan budidaya. Jurnal Pendidikan Mosikolah, 4(1), 338–344.
Lutfiana Putri, L R, Madyowati, S O & Muhajir. (2023). Pengaruh pemberian pakan cacing sutra (Tubifex sp.) dan pakan pelet pada pertumbuhan berat mutlak benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 25139–25151.
Manik, R R D S & Arleston, J. (2021). Nutrisi dan pakan ikan. Bandung: Widina Bhakti Persada (Group CV. Widina Media Utama).
Martadinata, A, Kusyairi, A & Muhajir. (2024). Pengaruh pemberian dosis pakan alami cacing darah (Chironomus larvae) beku terhadap pertumbuhan berat mutlak benih ikan mas koki (Carassius auratus) umur 1–2 bulan di Instalasi Perikanan Budidaya Mojokerto Provinsi Jawa Timur. Juvenil, 5(2), 145–150.
Nasir, A, Arma, N & Mulyadin, A. (2023). Persiapan air media pemeliharaan dan monitoring kualitas air budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus). JatiRenov: Jurnal Aplikasi Teknologi Rekayasa dan Inovasi, 2(2), 112–120.
Putra, R A & Maulana, H. (2022). Pengaruh kombinasi pakan alami dan buatan pada laju pertumbuhan harian ikan nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Akuakultur Indonesia, 21(3), 145–152.
Putri, F M & Fauziyah, I. (2020). Kualitas air dan pengaruhnya pada pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) di kolam terpal. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 11(2), 87–94.
Ramadhana, S. (2022). Optimalisasi kualitas air pada pertumbuhan benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Chlorophyl, 15(2), 45–51.
Rohma, A, Agustono & Arief, M. (2020). Pengaruh imbangan protein dan energi pakan buatan yang berbeda pada laju pertumbuhan dan efisiensi pakan benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Journal of Aquaculture and Fish Health, 2(1), 1–9.
Rozik, M, Setyadi, R & Christiana, I. (2018). Pertumbuhan dan efisiensi pakan ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan pola pemberian pakan yang berbeda. Journal of Tropical Fisheries, 13(2), 1014–1021.
Sepang, D A, Mudeng, J D, Monijung, R D, Sambali, H & Mokolensang, J F. (2021). Pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) yang diberikan pakan kombinasi pelet dan maggot (Hermetia illucens) kering dengan presentasi berbeda. e-Journal Budidaya Perairan, 9(1), 1–8.
Tambunan, P, Matling & Rozik, M. (2021). Pengaruh padat tebar ikan nila (Oreochromis niloticus) pada pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Journal of Tropical Fisheries, 16(2), 125–131.
Tanjung, I F & Hadi, R. (2019). Pengaruh pakan alami dan buatan pada pertumbuhan benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Ilmu Perikanan Tropis, 5(1), 30–37.
Ulfah Bokings, U L, Koniyo, Y & Juliana. (2016). Pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan patin siam dengan pakan buatan dan cacing sutra. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 4(3), 1–8.
Zahrah, S A, Supono & Putri, B. (2019). Pengaruh tingkat pemberian pakan berbeda pada pertumbuhan dan tingkat kelulushidupan benih ikan nila (Oreochromis niloticus) yang dipelihara dengan sistem bioflok. Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia, 7(2), 86–98.
Zulkhasyni, A, Adriyeni & Utami, R. (2017). Pengaruh dosis pakan pelet yang berbeda pada pertumbuhan ikan nila (Oreochromis sp.). Jurnal Agroqua, 15(2), 35–42.
Copyright (c) 2025 Eros Rosita, Rita Rostika, Gatot Hari Priowirjanto, Roffi Grandiosa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

