Assessment of Seaweed Farming Suitability in Tesabela Village Kupang Regency Using Geographic Information System

  • Sri Rahayu Nuban Politeknik Pertanian Negeri Kupang https://orcid.org/0009-0009-1828-5853
  • Timotius Ragga Rina Politeknik Pertanian Negeri Kupang
  • Nurul Fitri Khairani Politeknik Pertanian Negeri Kupang
  • Melkianus Teddison Bulan Politeknik Pertanian Negeri Kupang
  • Norsem Nehemia Malafu Politeknik Pertanian Negeri Kupang
  • Emanuel Destianus Banggut Politeknik Pertanian Negeri Kupang
  • Aisyah Lukmini Politeknik Pertanian Negeri Kupang
  • Wahyu Dani Swari Politeknik Pertanian Negeri Kupang
  • Sakeos Mullia Rassi Politeknik Pertanian Negeri Kupang
  • Bernadus Bota Politeknik Pertanian Negeri Kupang
Keywords: Seaweed cultivation, Tesabela Village, GIS, Suitability Category

Abstract

Seaweed plays an important role in the implementation of the Blue Economy concept in Indonesia, as it not only serves as a commodity that supports the economy of coastal communities, but also has the potential to enhance national food security, mitigate the impacts of climate change, and promote sustainable marine resource management practices. The waters of Tesabela Village represent one of the potential areas that can be developed as a seaweed aquaculture center in Kupang Regency. The purpose of this research is to generate a site suitability map for seaweed cultivation in the marine area of Tesabela Village, Kupang Regency. Sampling points were determined using purposeful random sampling, but within the entire area. A total of six sample points were selected. Sample points one through six represent the waters of Tesabela Village. Secondary data was also collected to provide additional information for the geographic information system. The analysis showed that three stations were categorized as highly suitable (S1): stations 4, 5, and 6, with a total area of ​​96.57 ha. Stations 1, 2, and 3 were categorized as suitable (S2), or acceptable, with an area of ​​80.48 ha. These factors have the potential to reduce productivity, but farmers can generally address them through technical adjustments. Furthermore, seaweed farmers still need more support from the government and the private sector to maintain the sustainability of their farming operations and to conduct further research.

References

Erawan M.T.F, Wahyudi A.I, Muskita W.H, Haslianti, Mastu L.O.K, Fekri L. 2024. Analisis Parameter Lingkungan Perairan Untuk Mendukung Kegiatan Budidaya Rumput Laut Di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara. Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan 9(3). https://mediaakuatika.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/15/6

Food and Agriculture Organization (FAO). 2017. Kesesuaian lahan perairan dan daya dukung kawasan untuk budidaya ikan dan rumput laut di Nusa Tenggara Barat.

Hardiana A, Mulyawan AE, Fathuddin, Nursyahran, Heriansah. (2023). Analisis Kesesuaian Perairan Rumput Laut (Kappaphycus Alvarezii) Di Perairan Desa Kambunong Kabupaten Mamuju Tengah Menggunakan Citra Sentinel-2A. Jurnal Perikanan, 13(1), 169-179. http://doi.org/10.29303/jp.v13i1.459

Keputusan Kepala Badan Standardisasi Nasional Nomor 578/KEP/BSN/12/2022 Tentang Penetapan SNI 8228-2:2022 Sebagai Revisi dari SNI 8228:2: 2015 Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) Bagian 2: Rumput Laut. Jakarta

Lasoma, M., Hasim., Juliana. 2022. Kualitas Perairan untuk Kegiatan Budidaya Rumput Laut di Pulau Damar Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan 10(3): 118-122.

Logo MF, Perbani N. M. R. R. C, Priyono B. (2019). Penentuan Daerah Potensial Budidaya Rumput Laut Kappaphycus alvarezii di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Seminar Nasional Geomatika, 3(929). https://doi.org/10.24895/sng.2018.3-0.1059

Mustofa, A. (2015). Kandungan Nitrat dan Pospat sebagai Faktor Tingkat Kesuburan Perairan Pantai. Jurnal DISPROTEK, 6(1), 13–19. https://doi.org/10.34001/jdpt.v6i1.193

Nuban, S. R., & Zebua, C. K. N. (2024). Kajian Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Pembangunan Pabrik Rumput Laut di Desa Oematnunu. Syntax Idea, 6(8), 3400-3407. https://doi.org/10.46799/syntax-idea.v6i8.4187

Pratama Y, Raynaldo A, Saputra R. 2024. Studi Kesesuaian Lahan Budi Daya Rumput Laut Eucheuma cottonii Menggunakan Pendekatan Spasial Multi Kriteria Analisis di Pulau Pelapis. Junral Kelautan dan Pesisir. Volumme 2(2),pp.02 -12.

Portal Data KKP. 2024. Data dan Statistik Produksi Perikanan Budidaya Pembesaran Rumput Laut. https://portaldata.kkp.go.id/portals/data-statistik/layer1. [18 November 2025].

Septiani N.D. (2022). Analisis Kesesuaian Lahan Budidaya Rumput Laut Gracilaria sp. Berdasarkan Kualitas Perairan Menggunakan Sistem Informasi Geografi di Pulau Tangkil Provinsi Lampung. Skripsi. Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya, Indralaya.

Sri.N, Basri M, Medah S.M. (2024). Analisis Usaha dan Strategi Pengembangan Budidaya Rumput Laut di Kelurahan Sulamu Kabupaten Kupang. Seminar Nasional Politani Kupang Ke-7, 532

Yahyah. (2023). Pengembangan Budidaya Rumput Laut (Studi Kasus di Kabupaten Kupang). Diambil dari https://www.rudyct.com/PPS702-ipb/07134/yahyah.htm. [10 Mei 2025].

Yulianto, Sutarno, Astuti S, Setyono P, Johan Y, Salim D, Tony F, Nursalam. 2025. Suitability analysis of land based seaweed cultivation on seasons in Tanjung Selayar, Kotabaru Regency, South Kalimantan. AACL Bioflux. Volume 18(2) Hal 904. http://www.bioflux.com.ro/aacl

Wisnu R, Rohman A, Rejeki S. 2018. Penentuan Kesesuaian Wilayah Pesisir Muara Gembong, Kabupaten Bekasi untuk Lokasi Pengembangan Budidaya Rumput Laut dengan Pemanfaatan Sistem Informasi Geografi (SIG). Jurnal Sains Akuakultur Tropis. 2(1) Hal. 73-82.

Published
2025-11-22
How to Cite
Nuban, S., Rina, T., Khairani, N., Bulan, M., Malafu, N., Banggut, E., Lukmini, A., Swari, W., Rassi, S., & Bota, B. (2025). Assessment of Seaweed Farming Suitability in Tesabela Village Kupang Regency Using Geographic Information System. Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan Dan Kelautan, 7(2), 350-358. https://doi.org/10.47685/barakuda45.v7i2.727
Section
Articles