Penentuan Komoditas Unggulan Perikanan Laut Pelabuhan Perikanan Cirebon dan Peranannya Dalam Pembangunan Ekonomi Wilayah
Abstract
Cirebon region which has a fishing port as a landing place for catches has a strategic role in fisheries economic development. However, the role and potential are still not optimized properly. The purpose of this study was to analyze the role of the fisheries subsector in the economic development of commodity-based catches at the port of Kejawanan fishery which is the largest fishing port in Cirebon. The analytical tool used in this study is the Location Quotient (LQ) analysis. The results showed that the capture fisheries commodities in the fishing port that were the main seeds were squid, stingray, gliding, tetengkek, cob, gray, Kuwe, Japuh, Alu-Alu, Jackfruit seeds, Cleaver-machete, and Talang. This is because it has a positive LQ growth value with a score of 3. The LQ score of 3 indicates that these fish species are relatively concentrated landing at the port of fishing and can continue to be developed with sustainable fisheries management to encourage regional economic growth. The role of the Cirebon fisheries sub-sector is a base sector with a LQ value of 3.02.
References
[BPS] Badan Pusat Statistik. 2018. Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2017. Bandung: Badan Pusat Statistik.
_____.2018. Produk Domestik Regional Bruto Kota-Kabupaten Cirebon Tahun 2013-2017. Cirebon: Badan Pusat Statistik.
Budiharsono S. 2001. Teknis Analisis Pembangunan Wilayah Pesisir dan Lautan. Jakarta: Pradnya Paramitra.
Diniah, Sobari MP, Seftian D. 2012. Pelayanan pelabuhan perikanan nusantara (PPN) terhadap kebutuhan operasi penangkapan ikan. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. 2(1): 41-49.
Gumilang, A. P., Solihin, I., & Wisudo, S. H. 2016. Pola Distribusi Dan Teknologi Pengelolaan Hasil Tangkapan Pelabuhan Perikanan Di Wilayah Pantura Jawa. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan, 7(1), 67-76.
Gumilang, A. P. (2019). Analisis Daya Saing Sektor Perikanan Di Kabupaten Cirebon. Jurnal Barakuda 45, 1(1), 1-7.
Hendriani, A. S., M. Udan dan A. Findi. 2013. Ekonomi Politik Kebijakan Pemerintah Kabupaten Cirebon Dalam Peningkatan Sektor-Sektor Ekonomi Unggulan di Kabupaten Cirebon. Jurnal Al-Muzara’ah Volume 1 Nomor 1 2013.13 Halaman
Irnawati, Ririn., D Simbolon, B Wiryawan, B Murdiyanto, dan T W Nurani. 2011. Analisis Komoditas Unggulan Perikanan Tangkap Di Taman Nasional Karimunjawa. Jurnal Saintek Perikanan. Vol.7. No. 1, 2011: 1 – 9.
Lubis E. 2011. Kajian peran strategis pelabuhan perikanan terhadap pengembangan perikanan laut. Akuatik Jurnal Sumberdaya Perairan. 5(2):1-7.
Mai N, BogasonS, Arason S, Árnason S, Matthiasson T. 2010. Benefts of traceability in fsh supply chainscase studies. British Food Journal. 112:976-1002.
Mufid. 2018. Fikih Konservasi Laut: Relevansi Fiqh al-Bīʼah di Wilayah Pesisir Lamongan. Al-Manahij Jurnal Kajian Hukum Islam. Vol. 12 No. 1, 2018: 1-16.
Pane AB. 2010. Kajian Kekuatan Hasil Tangkapan : Kasus Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu Sukabumi. Jurnal Mangrove dan Pesisir. X (1): 8-19.
Pantastico ERB. 2012. Fisiologi Pasca Panen. Gajah Mada Press. 2010.
[PPN Kejawanan] Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan. 2018. Laporan Tahunan PPN Kejawanan 2018. Kota Cirebon: Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan.
Persaulian, B., H. Aimon, dan A. Anis. 2013. Analisis Konsumsi Masyarakat di Indonesia. Jurnal Kajian Ekonomi, 1(2):1–23
Rizal, Achmad. 2013. Disparitas Pembangunan Wilayah Pesisir (Studi Kasus Kabupaten Tasikmalaya). Jurnal Akuatika. Vol. IV no. 2.
Srinivasan UT. 2010. Food security implications of global marine catch losses due to overfshing. Journal of Bioeconomics. 12(3):183-200.
Sunoko, R., and H.W. Huang. 2014. Indonesia tuna fisheries development and future strategy. Marine Policy Journal, 43:174–183.
Solihin I, Rokhman MS. 2010. Prioritas pemilihan lokasi pengembangan pelabuhan perikanan di Kabupaten Rembang. J.Buletin PP. 18(3):133-206.

